Jumat, 25 Mei 2012

Kabar Basis : Famili (Farmasi - MIPA - Geologi )



Di Kabar Basis, terdapat cerita kegiatan yang telah dilaksanakan dari salah satu basis di KMK Unpad. Basis tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita, ada yang bisa menebak? Basis tersebut adalah basis Famili.

Sebelum kita masuk dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, kita akan berkenalan dulu dengan basis Famili itu sendiri. Basis Famili diketuai oleh mahasiswa Geologi angkatan 2009, yaitu Soren Malau, dengan wakil dari angkatan 2011 fakultas Farmasi yaitu Benediktus Genta. Struktur basis Famili sendiri terdiri atas ketua, wakil, sekretaris dan bendahara (digabung), divisi sosial, divisi olahraga dan seni, divisi kewirausahaan, divisi rohani.



Periode yang diketuai oleh Soren ini berlangsung kira-kira dari November 2011 hingga November 2012 (jabatan 1 tahun ). Pastinya setiap malam keakraban ( Makrab) akan ada pergantian jabatan.
Famili itu sendiri ada kepanjangannya lho, Famili itu singkatan dari Farmasi, MIPA, Geologi. Setelah ditelusuri ternyata dulunya 3 fakultas ini sebenarnya hanya satu fakultas, tetapi dalam perkembangannya Farmasi dan Geologi berdiri menjadi fakultas. Oleh karena rasa kekeluargaan yang tinggi, mereka tetap menjadi satu basis, maka dinamakan basis Famili. Jadi basis Famili itu terdiri dari 3 fakultas yaitu Farmasi, MIPA (statistika, kimia, biologi, fisika, geofisika, matematika) dan Geologi.

Basis Famili belum lama ini juga merayakan Paskah bersama. Paskah ini memiliki tema yaitu “For God, for the church and for famili”.  Acara ini dilaksanakan hari Sabtu tanggal 21 April 2012. Acara ini terdapat panitia tersendiri dalam mempersiapkannya, penanggung jawabnya adalah Fera farmasi 2010. Ada divisi acara, humas, konsumsi, dokumentasi, logistic, danus yang semuanya sangat berperan penting demi terselenggaranya kegiatan Paskah bersama. Tempatnya berlangsung di lapangan rumput sekre KMK Unpad.



Peserta yang hadir lebih dari 20 orang. Ada beberapa anggota KMK Unpad di luar basis Famili yang turut hadir juga. Walaupun tidak terlalu banyak yang hadir, tetapi acara ini bisa dikatakan sukses karena pesertanya sangat antusias mengikuti acara Paskah bersama. Wah selamat yaa J

Acara paskah bersama ini diisi dengan doa pembukaan, bacaan, menyanyi, dilanjutin dengan game. Game pertama itu adalah game menyusun ayat. Game kedua estafet telur puyuh. Jadi tiap anggota kelompok diberi sendok, lalu mereka membuat barisan. Nah, tugasnya telurnya di estafet hingga ke orang yang paling belakang. Game selanjutnya adalah mencari telur dan menghias telur puyuh.



Acara paskah bersama dari basis Famili sangat penting karena menjadi sarana mendekatkan anggota dalam basis Famili. Kritik dan saran dari acara ini adalah semoga acara Paskah tahun depan, lebih on time mulainya, bisa juga mengundang basis lain lagi. Acaranya dikemas lebih kreatif lagi. Sekian Kabar Basis Famili.
( Luisa Tita )



Sumber : wawancara Natalia Wijaya Farmasi 2010

Rabu, 09 Mei 2012

KIBAR KMK Edisi 1

Cover Depan dan Cover Belakang
Halaman 1 dan Halaman 2
Halaman 3 dan Halaman 4
Halaman 5 dan Halaman 6



Kibar KMK edisi 1 dibagikan ketika Perayaan Paskah 2012. Divisi Vivere menerbitkan Kibar KMK dengan format A3 yang dilipat menjadi 8 halaman A5. KIbar KMK ini merupakan format baru dari buletin Vivere.
(Agnes)

Jadilah Spesial!



“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuah apa-apa”

 Yohanes 15 :5

                        Pernah dengar tentang istilah ‘anak bawang’ ? Istilah ini biasa dipakai ketika kita masih kecil dan bermain petak umpet atau sejenisnya. Anak bawang ini berarti sosok yang ada dan tiada, dalam artian dengan atau tanpa dia, permainan akan tetap berlanjut. Biasanya anak bawang ini adalah anak yang dianggap belum cukup umur, masih diremehkan, dan kemudian diberi pemakluman untuk tetap bermain. Sewaktu kita kecil, mungkin peran seperti itu terdengar biasa saja, namun apakah anda ingin menjadi sosok seperti itu sekarang?
                        Menjadi anak bawang tentu seharusnya bukan menjadi tujuan hidup setiap orang. Kita memiliki peran atau role dalam hidup yang telah diberikan oleh Tuhan dan harus dilaksanakan se-optimal mungkin. Masih sering kita lihat orang yang menjalani hari-harinya dengan kosong, tanpa gairah, tanpa semangat, ataupun motivasi. Itu semua terjadi karena ia belum mengenal dirinya sendiri. Belum mengerti betul, peran dan tugas apa yang disematkan oleh Tuhan kepadanya.
                        Pada ayat di atas Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa Dia-lah pokok anggur yang benar. Siapapun yang tinggal di dalam Dia, dan ‘mengizinkan’ Dia tinggal di dalam hatinya, maka akan berbuah banyak. Chuck Palahniuk, seorang jurnalis freelance dari Amerika pernah mengatakan, “The goal isn't to live forever, the goal is to create something that will”. Ingat, gajah mati meninggalkan gading, dan harimau mati meninggalkan belang. Apakah kita mau menjadi manusia yang tidak meninggalkan apa-apa? Hanya sekedar ‘hidup’ tanpa arti?
                        Hidupilah hidupmu dalam Tuhan, cintailah peranmu, dan jadilah spesial. Tuhan memberkati! (Dwi Lukita)