Kamis, 07 Juni 2012

Kabar Basis : Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)


Info basis kali ini akan meliput basis KMK dari FEB, di sini akan diulas event yang telah dilaksanakan oleh basis FEB.
Sebelum kita mengulas event yang telah dilaksanakan, kita akan kenalan dulu dengan basis FEB itu sendiri. 

Biasanya basis KMK Unpad selalu ada kobas ternyata di FEB berbeda, basis ini hanya ada ketua acara ada ketua humas. Ketua acara periode ini dipegang oleh Fransiskus Ryan (Akuntasi 2010) dengan didampingi dua wakil  yaitu Angela Utami (Menejemen 2010) dan Lydia Terulin (Menejemen 2010). Ketua Humas FEB yaitu Bernardus Singgih (ESP 2010) dan wakilnya Theresia Alfani (D3 Akuntasi 2010). Kepengurusan berakhir September, dengan diadakan acara gathering KMK FEB 2012. 

FEB itu sendiri kepanjangan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Basis KMK FEB terdiri berbagai jurusan. Program S1 terdiri dari tiga jurusan yaitu Akuntasi, Manajemen, dan ESP (Ekonomi Studi Pembangunan). Program D3 terdiri dari Akuntansi , Perpajakan , Manajemen Pemasaran, Bisnis Internasional


Basis FEB belum lama ini juga melaksanakan kegiatan rekoleksi. Tujuan diadakan rekoleksi ini untuk dapat menguatkan iman katolik anggota KMK FEB Unpad. Acara ini dilaksanakan tanggal 19-20 Mei 2012. Tempatnya berlangsung di Villa Cikahuripan. Acara yang dilaksanakan sangat seru dan menarik antara lain nonton film, sharing, rosario, games dan ibadat pagi (berhubung tidak ada pastur, jadi hanya ibadat pagi)





Hal yang paling dirasakan peserta dan panitia dalam acara rekoleksi adalah rasa kekeluargaan menjadi semakin kuat dan lebih mengenal satu sama lain. Kritik dari acara ini adalah kurangnya minat dari para anggota KMK FEB itu sendiri dalam acara yang sudah disiapkan. Saran acara ini harus rutin dilaksanakan dan dapat dijalankan terus menerus, karena jika tidak ada acara-acara seperti ini, akan ada anggota yang merasa tidak diperhatikan atau seperti tidak terangkul, padahal panitia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merangkul mereka.

Sumber : Fransiskus Ryan Akuntasi 2010 (Luisa Tita)

Jumat, 25 Mei 2012

Kabar Basis : Famili (Farmasi - MIPA - Geologi )



Di Kabar Basis, terdapat cerita kegiatan yang telah dilaksanakan dari salah satu basis di KMK Unpad. Basis tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita, ada yang bisa menebak? Basis tersebut adalah basis Famili.

Sebelum kita masuk dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, kita akan berkenalan dulu dengan basis Famili itu sendiri. Basis Famili diketuai oleh mahasiswa Geologi angkatan 2009, yaitu Soren Malau, dengan wakil dari angkatan 2011 fakultas Farmasi yaitu Benediktus Genta. Struktur basis Famili sendiri terdiri atas ketua, wakil, sekretaris dan bendahara (digabung), divisi sosial, divisi olahraga dan seni, divisi kewirausahaan, divisi rohani.



Periode yang diketuai oleh Soren ini berlangsung kira-kira dari November 2011 hingga November 2012 (jabatan 1 tahun ). Pastinya setiap malam keakraban ( Makrab) akan ada pergantian jabatan.
Famili itu sendiri ada kepanjangannya lho, Famili itu singkatan dari Farmasi, MIPA, Geologi. Setelah ditelusuri ternyata dulunya 3 fakultas ini sebenarnya hanya satu fakultas, tetapi dalam perkembangannya Farmasi dan Geologi berdiri menjadi fakultas. Oleh karena rasa kekeluargaan yang tinggi, mereka tetap menjadi satu basis, maka dinamakan basis Famili. Jadi basis Famili itu terdiri dari 3 fakultas yaitu Farmasi, MIPA (statistika, kimia, biologi, fisika, geofisika, matematika) dan Geologi.

Basis Famili belum lama ini juga merayakan Paskah bersama. Paskah ini memiliki tema yaitu “For God, for the church and for famili”.  Acara ini dilaksanakan hari Sabtu tanggal 21 April 2012. Acara ini terdapat panitia tersendiri dalam mempersiapkannya, penanggung jawabnya adalah Fera farmasi 2010. Ada divisi acara, humas, konsumsi, dokumentasi, logistic, danus yang semuanya sangat berperan penting demi terselenggaranya kegiatan Paskah bersama. Tempatnya berlangsung di lapangan rumput sekre KMK Unpad.



Peserta yang hadir lebih dari 20 orang. Ada beberapa anggota KMK Unpad di luar basis Famili yang turut hadir juga. Walaupun tidak terlalu banyak yang hadir, tetapi acara ini bisa dikatakan sukses karena pesertanya sangat antusias mengikuti acara Paskah bersama. Wah selamat yaa J

Acara paskah bersama ini diisi dengan doa pembukaan, bacaan, menyanyi, dilanjutin dengan game. Game pertama itu adalah game menyusun ayat. Game kedua estafet telur puyuh. Jadi tiap anggota kelompok diberi sendok, lalu mereka membuat barisan. Nah, tugasnya telurnya di estafet hingga ke orang yang paling belakang. Game selanjutnya adalah mencari telur dan menghias telur puyuh.



Acara paskah bersama dari basis Famili sangat penting karena menjadi sarana mendekatkan anggota dalam basis Famili. Kritik dan saran dari acara ini adalah semoga acara Paskah tahun depan, lebih on time mulainya, bisa juga mengundang basis lain lagi. Acaranya dikemas lebih kreatif lagi. Sekian Kabar Basis Famili.
( Luisa Tita )



Sumber : wawancara Natalia Wijaya Farmasi 2010

Rabu, 09 Mei 2012

KIBAR KMK Edisi 1

Cover Depan dan Cover Belakang
Halaman 1 dan Halaman 2
Halaman 3 dan Halaman 4
Halaman 5 dan Halaman 6



Kibar KMK edisi 1 dibagikan ketika Perayaan Paskah 2012. Divisi Vivere menerbitkan Kibar KMK dengan format A3 yang dilipat menjadi 8 halaman A5. KIbar KMK ini merupakan format baru dari buletin Vivere.
(Agnes)

Jadilah Spesial!



“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuah apa-apa”

 Yohanes 15 :5

                        Pernah dengar tentang istilah ‘anak bawang’ ? Istilah ini biasa dipakai ketika kita masih kecil dan bermain petak umpet atau sejenisnya. Anak bawang ini berarti sosok yang ada dan tiada, dalam artian dengan atau tanpa dia, permainan akan tetap berlanjut. Biasanya anak bawang ini adalah anak yang dianggap belum cukup umur, masih diremehkan, dan kemudian diberi pemakluman untuk tetap bermain. Sewaktu kita kecil, mungkin peran seperti itu terdengar biasa saja, namun apakah anda ingin menjadi sosok seperti itu sekarang?
                        Menjadi anak bawang tentu seharusnya bukan menjadi tujuan hidup setiap orang. Kita memiliki peran atau role dalam hidup yang telah diberikan oleh Tuhan dan harus dilaksanakan se-optimal mungkin. Masih sering kita lihat orang yang menjalani hari-harinya dengan kosong, tanpa gairah, tanpa semangat, ataupun motivasi. Itu semua terjadi karena ia belum mengenal dirinya sendiri. Belum mengerti betul, peran dan tugas apa yang disematkan oleh Tuhan kepadanya.
                        Pada ayat di atas Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa Dia-lah pokok anggur yang benar. Siapapun yang tinggal di dalam Dia, dan ‘mengizinkan’ Dia tinggal di dalam hatinya, maka akan berbuah banyak. Chuck Palahniuk, seorang jurnalis freelance dari Amerika pernah mengatakan, “The goal isn't to live forever, the goal is to create something that will”. Ingat, gajah mati meninggalkan gading, dan harimau mati meninggalkan belang. Apakah kita mau menjadi manusia yang tidak meninggalkan apa-apa? Hanya sekedar ‘hidup’ tanpa arti?
                        Hidupilah hidupmu dalam Tuhan, cintailah peranmu, dan jadilah spesial. Tuhan memberkati! (Dwi Lukita)  

Senin, 30 April 2012

Sekilas KMK di Jerman


Belajar untuk menjadi manusia yang utuh, membutuhkan faktor eksternal. Melihat dunia dari kacamata orang banyak. Begitu juga dengan menjadi KMK yang utuh. Bukan hanya kerja sama yang solid dalam setiap individu didalamnya, namun, juga faktor eksternal yang dapat membantu kita melihat kedalam diri kita melalui persinggungan dengan KMK lain.
Maka, kali ini kita akan ‘diajak’ menilik kehidupan KMK di universitas lainnya. Bukan hanya menambah warna bagi KMK kita, namun melalui sharing ini, kita bisa belajar melalui perhimpunan mahasiswa Katolik across the globe!
Untuk edisi yang spesial ini, saya akan mewawancarai salah satu teman saya yang kini bergabung dengan KMKI, Keluarga Mahasiswan Katolik Indonesia. Lahir dan tumbuh di Jakarta, Jessica Marceline kini mengatakan, auf Wiedersehen Jakarta!

foto: dok.pribadi

Dimana kamu bersekolah dan bertempat tinggal sekarang?
Studienkolleg Halle, Technik Kurs Untersemester, Halla/Saale, Sachsen-Anhalt, Jerman

Untuk KMKI di Halle, acaranya gimana sih?
Sebenarnya, di Halle nggak ada mudika. Jadi secara umum, saya ikut-ikut acara mudika KMKI Berlin.  Ada seminar tahunan, acara Natal-Paskah bersama, grillen, ngumpul-ngumpul. Mirip seperti mudika di Indonesia, tidak berbeda jauh.

Apa ada acara khusus untuk menyambut keluarga KMKI disana?
Sekadar ngumpul-ngumpul dan memperkenalkan diri. 

Apa sih yang menarik untuk Marce bergabung dalam KMKI?
Seperti punya keluarga dan teman-teman seiman yang bisa saling bantu dalam keseharian dan iman kerohanian. Selain itu acara-acaranya bermanfaat untuk mengisi waktu luang. 

Secara umum, penting ngga sih eksistensi KMKI khususnya di Berlin
Penting, karena bagi pelajar-pelajar di luar negeri KMK seperti keluarga. Jadi bisa mengisi kekosongan karena jauh dari keluarga. Selain itu, karena banyak juga anggota KMK yang sudah lama di luar negeri dan lebih berpengalaman, kita bisa minta bantu dan saran dalam menghadapi permasalahan seputar sekolah atau sehari-hari. 

Jadi, bisa juga membantu kamu beradaptasi dengan kultur Jerman ya?
Ya.

Kegiatan apa sih yang paling menarik untuk Marce?
Seminar tahunan yang dibantu KAAD (organisasi mahasiswa Katholik di Jerman). Acaranya diadakan selama beberapa hari di luar kota. 

Seberapa penting sih KMKI untuk hidup Marce?
Untuk sekarang sedang-sedang saja, soalnya saya belum lama ikut acara KMKI.

Terakhir nih, ceritain dong pengalaman paling menarik yang pernah Marce alami selama bergabung dengan KMKI
Waktu ikut Seminar Berlin (Sember) 2012 di Altenburg-ThΓΌringen. Acaranya dari tanggal 6-9 April 2012. Saya dan yang lain menginap di Jugendherberge Windischleuba yang bangunanya ternyata bekas kastil bangsawan. Kastil kecil ini di kelilingi danau. Pemandangan dan interior dalamnya sangat bagus. Acara seminarnya sendiri juga seru. Dengan pembicara yang didatangkan langsung dari Indonesia, informasi yang didapat sangat menambah wawasan. Tema waktu itu adalah: Eksistensi Keturunan Tionghoa di Indonesia. Dalam perjalanan pulang hari terakhir, kami juga berkesempatan jalan-jalan di kota Leipzig dan mengunjungi makam musisi besar dunia Johann Sebastian Bach. Menurut saya, acara ini sangat berkesan. 


(maria hattya)

Bahagia Itu Sederhana



"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”        
Mat 11 : 28 – 30

                         Bahagia itu sederhana. Barangkali kata ini sedang populer di berbagai kalangan, terutama ditambah dengan penyebarannya yang semakin luas lewat berbagai jejaring sosial di internet. Memang, bahagia itu pada dasarnya sederhana, sesederhana pilihan kita, keputusan kita untuk menjadi bahagia.
                         Manusia memang dirancang untuk menjadi makhluk yang penuh dengan ekspektasi. Sadar atau tidak sadar, kita secara otomatis merancang skenario terbaik di kepala kita untuk menghadapi masa depan. Ketika ekspektasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, maka hadirlah sebuah masalah, yang tentu saja berpotensi besar untuk merenggut kebahagiaan kita. Banyak orang masih menganggap kebahagiaan bisa dimanipulasi oleh kenyataan, maka ketika masalah besar datang, kita hanya bisa pasrah dan berduka. Padahal kenyataannya, kita memiliki kemampuan untuk memilih menjadi bahagia, menghargai hidup, dan mengalaminya.
                         Memang, pada kenyataannya memilih untuk bahagia bukanlah perkara yang mudah. Seringkali hidup dirasa begitu tega untuk menjatuhkan kita sampai ke titik yang kita anggap amat rendah dalam hidup. Di situlah ayat di atas mengingatkan, bahwa Tuhan Yesus selalu mengundang kita yang sedang dirundung masalah untuk datang kepada-Nya dan Ia akan senantiasa memberikan kelegaan.  Kita harus selalu ingat bahwa kita memiliki harapan terbesar dalam diri Sang Penghibur Sejati yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia selalu mencintai kita, rela membantu dalam segala kesulitan kita, dan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita.
                         Bahagia itu sederhana. Sesederhana kita melewati hidup ini dengan memilih untuk tersenyum sambil menaruh harapan kita kepada Bapa yang Maha Pengasih, Yesus Kristus. (Dwi Lukita)

Minggu, 29 April 2012

Sejarah KMK


Pada awalnya, mahasiswa Universitas Padjadjaran yang beragama Katolik hanyalah segelintir orang. Kemudian lambat laun, komunitas mahasiswa/i Katolik di Universitas Padjadjaran mulai bertambah banyak dan mulai mengadakan kegiatan rohani bersama. Ketika komunitas mahasiswa  Unpad yang beragama Katolik memiliki jumlah orang yang banyak, maka diputuskan untuk dibuat sebuah organisasi kepengurusan yang diberi nama dengan KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) Universitas Padjadjaran.
Kapan KMK Unpad terbentuk? KMK Unpad lahir pada tanggal 13 Maret 1983. Jadi umur KMK sekarang sudah berapa ya? Ya, tepat sekali KMK Unpad kita tercinta telah berumur 29 tahun. Sudah tua juga ternyata dibanding umur mahasiswa unpad angkatan aktif sekarang. KMK lahir dikarenakan adanya suatu kebutuhan untuk memiliki wadah yang dapat mengatur segala bentuk kegiatan seperti kegiatan rohani, wisata, dan sarana komunikasi antar mahasiswa/i Katolik Unpad.
Dalam perjalanannya KMK Unpad dipimpin oleh seorang Ketua yang bertindak sebagai koordinator umum. Karena KMK Unpad terdiri dari beberapa fakultas, maka tiap fakultas dibentuk basis dengan satu orang koordinator yang sering disebut koordinator basis (kobas), dan di dalam basis itu sendiri juga ada kegiatan bagi mahasiswa Katolik.



Gambar di atas dokumentasi saat TK KMK terdahulu, walaupun tidak diketahui tahun berapa pastinya. Di sana terlihat bahwa masih menggunakan tenda untuk tempat beristirahat. Sekarang kita sudah menyewa tempat yang sudah ada ruangan tertutup sehingga tidak perlu mendirikan tenda kembali.
Seiring dengan perkembangannya, KMK Unpad terus menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti fasilitator kuliah agama dan mentoring, Temu Kenal, Perayaan Natal dan lain - lain. KMK Unpad sebagai organisasi kekeluargaan juga tidak terlepas dari berbagai kendala dan problema, dan sejak dulu para pendahulu KMK sudah berjuang untuk mempertahankan kelangsungan KMK Unpad yang merupakan bentuk eksistensi minoritas Katolik di Unpad. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab moral kita sebagai mahasiswa Katolik Unpad untuk meneruskan perjuangan itu demi tujuan awal dibentuknya KMK Unpad dan perkembangan pribadi – pribadi Katolik di dalamnya. (Luisa Tita)
Referensi :  file KMK Unpad