Belajar untuk
menjadi manusia yang utuh, membutuhkan faktor eksternal. Melihat dunia dari
kacamata orang banyak. Begitu juga dengan menjadi KMK yang utuh. Bukan hanya
kerja sama yang solid dalam setiap individu didalamnya, namun, juga faktor
eksternal yang dapat membantu kita melihat kedalam diri kita melalui
persinggungan dengan KMK lain.
Maka, kali ini
kita akan ‘diajak’ menilik kehidupan KMK di universitas lainnya. Bukan hanya
menambah warna bagi KMK kita, namun melalui sharing ini, kita bisa belajar
melalui perhimpunan mahasiswa Katolik across
the globe!
Untuk edisi yang
spesial ini, saya akan mewawancarai salah satu teman saya yang kini bergabung
dengan KMKI, Keluarga Mahasiswan Katolik Indonesia. Lahir dan tumbuh di
Jakarta, Jessica Marceline kini mengatakan, auf
Wiedersehen Jakarta!
Dimana kamu bersekolah dan bertempat tinggal sekarang?
Studienkolleg
Halle, Technik Kurs Untersemester, Halla/Saale, Sachsen-Anhalt, Jerman
Untuk KMKI di Halle, acaranya gimana sih?
Sebenarnya, di
Halle nggak ada mudika. Jadi secara umum, saya ikut-ikut acara mudika KMKI
Berlin. Ada seminar tahunan, acara Natal-Paskah bersama, grillen,
ngumpul-ngumpul. Mirip seperti mudika di Indonesia, tidak berbeda jauh.
Apa ada acara khusus untuk menyambut keluarga KMKI
disana?
Sekadar
ngumpul-ngumpul dan memperkenalkan diri.
Apa sih yang menarik untuk Marce bergabung dalam KMKI?
Seperti punya
keluarga dan teman-teman seiman yang bisa saling bantu dalam keseharian dan
iman kerohanian. Selain itu acara-acaranya bermanfaat untuk mengisi waktu
luang.
Secara umum, penting ngga sih eksistensi KMKI khususnya di Berlin
Penting, karena
bagi pelajar-pelajar di luar negeri KMK seperti keluarga. Jadi bisa mengisi
kekosongan karena jauh dari keluarga. Selain itu, karena banyak juga anggota
KMK yang sudah lama di luar negeri dan lebih berpengalaman, kita bisa minta
bantu dan saran dalam menghadapi permasalahan seputar sekolah atau
sehari-hari.
Jadi, bisa juga membantu kamu beradaptasi dengan
kultur Jerman ya?
Ya.
Kegiatan apa sih yang paling menarik untuk Marce?
Seminar tahunan
yang dibantu KAAD (organisasi mahasiswa Katholik di Jerman). Acaranya diadakan
selama beberapa hari di luar kota.
Seberapa penting sih KMKI untuk hidup Marce?
Untuk sekarang
sedang-sedang saja, soalnya saya belum lama ikut acara KMKI.
Terakhir nih, ceritain
dong pengalaman paling menarik yang
pernah Marce alami selama bergabung dengan KMKI
Waktu ikut Seminar
Berlin (Sember) 2012 di Altenburg-ThΓΌringen. Acaranya dari
tanggal 6-9 April 2012. Saya dan yang lain menginap di Jugendherberge
Windischleuba yang bangunanya ternyata bekas kastil bangsawan. Kastil kecil ini
di kelilingi danau. Pemandangan dan interior dalamnya sangat bagus. Acara
seminarnya sendiri juga seru. Dengan pembicara yang didatangkan langsung dari Indonesia, informasi yang didapat sangat menambah
wawasan. Tema waktu itu adalah: Eksistensi Keturunan Tionghoa di Indonesia.
Dalam perjalanan pulang hari terakhir, kami juga berkesempatan jalan-jalan di
kota Leipzig dan mengunjungi makam musisi besar dunia Johann Sebastian Bach.
Menurut saya, acara ini sangat berkesan.
(maria hattya)
(maria hattya)

