“Akulah pokok anggur dan
kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuah apa-apa”
Yohanes 15 :5
Pernah dengar tentang istilah ‘anak bawang’ ?
Istilah ini biasa dipakai ketika kita masih kecil dan bermain petak umpet atau
sejenisnya. Anak bawang ini berarti sosok yang ada dan tiada, dalam artian
dengan atau tanpa dia, permainan akan tetap berlanjut. Biasanya anak bawang ini
adalah anak yang dianggap belum cukup umur, masih diremehkan, dan kemudian
diberi pemakluman untuk tetap bermain. Sewaktu kita kecil, mungkin peran
seperti itu terdengar biasa saja, namun apakah anda ingin menjadi sosok seperti
itu sekarang?
Menjadi anak bawang tentu seharusnya bukan
menjadi tujuan hidup setiap orang. Kita memiliki peran atau role dalam hidup yang telah diberikan
oleh Tuhan dan harus dilaksanakan se-optimal mungkin. Masih sering kita lihat
orang yang menjalani hari-harinya dengan kosong, tanpa gairah, tanpa semangat,
ataupun motivasi. Itu semua terjadi karena ia belum
mengenal dirinya sendiri. Belum mengerti betul, peran dan tugas apa yang
disematkan oleh Tuhan kepadanya.
Pada ayat di atas Tuhan Yesus mengingatkan,
bahwa Dia-lah pokok anggur yang benar. Siapapun yang tinggal di dalam Dia, dan ‘mengizinkan’
Dia tinggal di dalam hatinya, maka akan berbuah banyak. Chuck Palahniuk,
seorang jurnalis freelance dari
Amerika pernah mengatakan, “The goal
isn't to live forever, the goal is to create something that will”. Ingat,
gajah mati meninggalkan gading, dan harimau mati meninggalkan belang. Apakah
kita mau menjadi manusia yang tidak meninggalkan apa-apa? Hanya sekedar ‘hidup’
tanpa arti?
Hidupilah hidupmu dalam Tuhan, cintailah
peranmu, dan jadilah spesial. Tuhan memberkati! (Dwi Lukita)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar